KEUANGAN

Cara Menghitung Laba Bersih Usaha: Omzet Besar Belum Tentu Untung

Beda omzet, laba kotor, dan laba bersih, contoh perhitungan satu bulan, serta biaya yang paling sering membuat untung terlihat lebih besar dari kenyataan.

Tim Olla Kasir · · 6 menit baca

"Toko ramai terus, tapi kok uangnya tidak kelihatan?" Ini salah satu keluhan paling umum pemilik usaha kecil. Penyebabnya hampir selalu sama: yang dilihat adalah omzet, padahal yang menentukan usaha sehat atau tidak adalah laba bersih.

Omzet, Laba Kotor, dan Laba Bersih

  • Omzet: total uang dari penjualan, sebelum dikurangi apa pun.
  • Laba kotor: omzet dikurangi HPP, yaitu modal barang yang terjual.
  • Laba bersih: laba kotor dikurangi semua biaya operasional seperti sewa, gaji, listrik, dan kemasan.

Laba kotor = Omzet − HPP
Laba bersih = Laba kotor − Biaya operasional

Contoh Perhitungan Satu Bulan

PosNominal
Omzet penjualanRp 45.000.000
HPP (modal barang yang terjual)− Rp 33.000.000
Laba kotorRp 12.000.000
Sewa tempat− Rp 2.000.000
Gaji 2 karyawan− Rp 5.000.000
Listrik, air, internet− Rp 900.000
Kemasan dan perlengkapan− Rp 600.000
Lain-lain (transport kulakan, iuran)− Rp 500.000
Laba bersihRp 3.000.000

Omzet Rp 45 juta terdengar besar, tapi yang benar-benar menjadi untung hanya Rp 3 juta, sekitar 6,7% dari omzet. Kalau pemilik juga mengambil uang dari laci untuk keperluan pribadi tanpa dicatat, uang usaha akan terasa selalu habis.

Biaya yang Paling Sering Terlupa

  • Gaji pemilik sendiri. Kalau Anda bekerja penuh di toko, sisihkan gaji untuk diri sendiri. Tanpa itu, laba bersih terlihat lebih besar dari kenyataan.
  • Barang rusak, kedaluwarsa, atau hilang. Nilainya ikut mengurangi laba.
  • Biaya tahunan seperti perpanjangan izin atau servis peralatan. Bagi dua belas dan masukkan ke biaya bulanan.
  • Diskon dan bonus yang diberikan ke pelanggan.

Pisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi

Laba bersih hanya bisa dihitung kalau uang usaha tidak tercampur dengan uang pribadi. Cara paling sederhana: ambil gaji untuk diri sendiri dalam jumlah tetap, dan catat setiap pengambilan di luar itu sebagai pengeluaran.

Kunci akurasi: laba hanya seakurat data yang dimasukkan. Kalau harga modal barang tidak diisi atau pengeluaran tidak pernah dicatat, laporan laba apa pun akan menyesatkan.

Memantau Laba dengan Aplikasi Kasir

Di Olla Kasir, laporan Laba Bersih menampilkan laba kotor dan laba bersih per periode, lengkap dengan grafik tren. Syaratnya dua: harga modal produk terisi di Kelola Produk, dan biaya dicatat di menu Pengeluaran & Pemasukan. Laporan HPP & Laba per Produk juga menunjukkan barang mana yang paling menyumbang untung.

Lanjutkan dengan cara membuat laporan keuangan toko sederhana dan cara menentukan harga jual supaya margin tiap barang tetap sehat.

Tanya Jawab Singkat

Apa bedanya laba kotor dan laba bersih?

Laba kotor adalah omzet dikurangi modal barang yang terjual. Laba bersih adalah laba kotor dikurangi semua biaya operasional seperti sewa, gaji, dan listrik.

Bagaimana rumus laba bersih?

Laba bersih = (Omzet − HPP) − Biaya operasional. Contoh omzet Rp 45 juta, HPP Rp 33 juta, dan biaya operasional Rp 9 juta menghasilkan laba bersih Rp 3 juta.

Kenapa omzet besar tapi untung kecil?

Biasanya karena margin barang tipis, biaya operasional tinggi, atau uang usaha bercampur dengan uang pribadi. Hitung laba per produk dan catat semua pengeluaran untuk menemukan penyebabnya.

Kelola Usaha Lebih Rapi Mulai Hari Ini

Ceritakan usaha Anda ke admin. Kami bantu pilih paket, input produk, dan sambungkan printer sampai struk pertama tercetak.

Coba gratis 14 hari · Tanpa kartu kredit · Tanpa kontrak