KEUANGAN

Cara Menentukan Harga Jual dari Modal: Rumus, Contoh, dan Strategi

Rumus margin dan markup, contoh perhitungan, dan empat strategi supaya harga jual Anda tetap untung tapi masih dilirik pembeli.

Tim Olla Kasir · · 6 menit baca

Harga jual yang terlalu tinggi membuat pembeli lari ke toko sebelah. Harga yang terlalu rendah membuat toko ramai tapi uang tidak pernah bertambah. Kuncinya ada di satu hal: harga jual harus dihitung dari modal, bukan ditebak.

Langkah 1: Hitung Modal per Barang dengan Lengkap

Modal per barang bukan hanya harga beli dari supplier. Tambahkan juga:

  • Ongkos kirim dari supplier, dibagi jumlah barang yang datang
  • Kemasan: plastik, kardus, label, cup
  • Untuk usaha kuliner, total bahan per porsi (lihat cara menghitung HPP per porsi)

Contoh: beli 1 dus isi 40 botol seharga Rp 120.000 dengan ongkir Rp 8.000. Modal per botol = (120.000 + 8.000) ÷ 40 = Rp 3.200.

Langkah 2: Pilih Margin atau Markup

Margin: untung dihitung dari harga jual

Harga jual = Modal ÷ (1 − Margin)

Modal Rp 3.200 dengan margin 20%: 3.200 ÷ 0,8 = Rp 4.000. Untung Rp 800, tepat 20% dari harga jual.

Markup: untung dihitung dari modal

Harga jual = Modal × (1 + Markup)

Modal Rp 3.200 dengan markup 20%: 3.200 × 1,2 = Rp 3.840. Untung Rp 640, yaitu 20% dari modal.

Perbedaan ini sering membuat pemilik usaha merasa untung 20%, padahal yang didapat lebih kecil. Markup 20% hanya setara margin sekitar 16,7%. Pilih satu cara dan pakai konsisten untuk semua barang.

Langkah 3: Bandingkan dengan Harga Pasar

Hasil rumus adalah harga minimal yang masih sesuai target untung Anda. Setelah itu, cek harga di toko sekitar dan di marketplace:

  • Harga Anda jauh di bawah pasar? Ada ruang menaikkan harga tanpa kehilangan pembeli.
  • Harga Anda di atas pasar? Cari supplier lebih murah, kurangi biaya kemasan, atau tawarkan nilai lebih seperti layanan antar.
  • Barang yang sering dibandingkan (rokok, minyak, gula) biasanya bermargin tipis. Tutup dengan margin lebih tebal di barang yang jarang dibandingkan.

Langkah 4: Bulatkan dengan Cerdas

Harga Rp 3.840 menyulitkan kembalian. Bulatkan ke atas ke Rp 4.000. Selisihnya menjadi tambahan untung, dan transaksi tunai jadi lebih cepat. Untuk barang di atas Rp 10.000, harga seperti Rp 19.500 sering terasa lebih ringan dibanding Rp 20.000.

Kesalahan yang Paling Sering Terjadi

  1. Tidak menghitung ulang saat harga supplier naik. Harga jual tetap, margin pelan-pelan habis.
  2. Menyamakan margin semua barang. Barang cepat laku dan barang lambat laku butuh strategi berbeda.
  3. Melupakan diskon. Diskon 10% pada barang bermargin 15% berarti untung tinggal sepertiganya.
  4. Tidak pernah melihat laba per barang. Omzet besar belum tentu untung besar.

Hitung Lebih Cepat

Coba Kalkulator Harga Jual & Margin gratis: masukkan modal dan target untung, harga jual beserta pembulatannya langsung keluar.

Untuk memantau ratusan barang sekaligus, Olla Kasir mencatat harga beli terakhir setiap kulakan dan menampilkan HPP & laba per produk, sehingga barang yang marginnya tergerus langsung terlihat. Lihat penerapannya untuk warung, toko baju, dan toko bangunan.

Tanya Jawab Singkat

Bagaimana rumus menghitung harga jual dari modal?

Dengan margin: harga jual = modal ÷ (1 − margin). Dengan markup: harga jual = modal × (1 + markup). Contoh modal Rp 3.200 dan margin 20% menghasilkan harga jual Rp 4.000.

Lebih baik pakai margin atau markup?

Keduanya benar asalkan dipakai konsisten. Margin lebih mudah dibandingkan dengan laporan laba, karena dihitung dari harga jual.

Seberapa sering harga jual perlu dicek ulang?

Setiap kali harga beli dari supplier berubah, dan minimal sebulan sekali untuk barang yang paling laku.

Kelola Usaha Lebih Rapi Mulai Hari Ini

Ceritakan usaha Anda ke admin. Kami bantu pilih paket, input produk, dan sambungkan printer sampai struk pertama tercetak.

Coba gratis 14 hari · Tanpa kartu kredit · Tanpa kontrak