KEUANGAN

Cara Membuat Laporan Keuangan Toko Sederhana untuk UMKM

Tiga laporan yang cukup untuk toko kecil, cara mencatatnya setiap hari, dan kebiasaan yang membuat angkanya bisa dipercaya.

Tim Olla Kasir · · 7 menit baca

Laporan keuangan tidak harus rumit. Untuk toko dan usaha kecil, tiga laporan sederhana sudah cukup untuk menjawab pertanyaan paling penting: berapa yang masuk, berapa yang keluar, dan berapa yang benar-benar untung.

Tiga Laporan yang Dibutuhkan Toko Kecil

  1. Catatan harian: semua penjualan, pengeluaran, dan pemasukan lain setiap hari.
  2. Laporan laba rugi bulanan: omzet, modal barang terjual, biaya, dan laba bersih.
  3. Arus kas: uang yang benar-benar masuk dan keluar, termasuk kasbon dan kulakan.

Langkah 1: Catat Setiap Hari

Catatan harian adalah bahan baku semua laporan. Yang perlu dicatat:

  • Penjualan: setiap transaksi, termasuk metode bayarnya (tunai, transfer, QRIS).
  • Pengeluaran: listrik, kemasan, transport, gaji, dan biaya lain.
  • Pemasukan di luar penjualan: misalnya titipan atau modal tambahan.

Langkah 2: Kelompokkan Biaya

Biaya yang dikelompokkan jauh lebih mudah dianalisis. Contoh kelompok yang umum dipakai toko kecil:

KelompokContoh
OperasionalListrik, air, internet, kebersihan
KaryawanGaji, lembur, uang makan
TempatSewa, perbaikan
PerlengkapanKemasan, kertas struk, alat tulis
TransportBensin kulakan, ongkir

Langkah 3: Susun Laba Rugi Bulanan

Di akhir bulan, jumlahkan semuanya dengan urutan berikut:

Omzet − Modal barang terjual = Laba kotor
Laba kotor − Total biaya = Laba bersih

Contoh lengkap beserta biaya yang sering terlupa ada di artikel cara menghitung laba bersih usaha.

Langkah 4: Pantau Arus Kas

Laba dan uang tunai tidak selalu sama. Toko bisa untung di laporan tapi kekurangan uang, misalnya karena banyak kasbon belum dibayar atau kulakan besar di awal bulan. Catat secara terpisah:

  • Total kasbon pelanggan yang belum dibayar (lihat cara mencatat kasbon).
  • Uang yang keluar untuk kulakan.
  • Saldo kas di laci dan di rekening setiap akhir hari.

Kebiasaan yang Membuat Laporan Akurat

  • Tutup kas setiap hari: cocokkan uang di laci dengan catatan penjualan.
  • Isi harga modal setiap barang, supaya laba kotor terhitung benar.
  • Pisahkan uang usaha dan pribadi, dan catat setiap pengambilan pribadi.
  • Simpan bukti pengeluaran besar, setidaknya fotonya.

Laporan Otomatis dari Aplikasi Kasir

Dengan aplikasi kasir, sebagian besar laporan tersusun sendiri dari transaksi harian. Di Olla Kasir:

  • Penjualan tercatat otomatis dari setiap transaksi, lengkap dengan metode bayarnya.
  • Menu Pengeluaran & Pemasukan mencatat biaya dengan kelompok yang bisa Anda buat sendiri.
  • Daily Closing merangkum penjualan dan uang kas akhir setiap hari.
  • Laba Bersih dan Rekap Keuangan per periode, yang bisa diekspor ke Excel atau PDF.
  • Ringkasan harian dikirim otomatis ke WhatsApp pemilik.

Untuk usaha dengan beberapa toko, laporan semua cabang bisa dipantau dari satu akun. Lihat aplikasi kasir multi cabang.

Tanya Jawab Singkat

Laporan keuangan apa saja yang dibutuhkan toko kecil?

Cukup tiga: catatan harian (penjualan dan pengeluaran), laporan laba rugi bulanan, dan catatan arus kas.

Bagaimana membuat laporan laba rugi sederhana?

Kurangi omzet dengan modal barang yang terjual untuk mendapat laba kotor, lalu kurangi laba kotor dengan semua biaya operasional untuk mendapat laba bersih.

Kenapa untung di laporan tapi uangnya tidak ada?

Laba dan kas berbeda. Uang bisa tertahan di kasbon pelanggan, stok yang baru dikulak, atau terpakai untuk keperluan pribadi. Pantau arus kas secara terpisah.

Kelola Usaha Lebih Rapi Mulai Hari Ini

Ceritakan usaha Anda ke admin. Kami bantu pilih paket, input produk, dan sambungkan printer sampai struk pertama tercetak.

Coba gratis 14 hari · Tanpa kartu kredit · Tanpa kontrak